Koran Tempo: “Kapal Kecil Menuju Hollywood”

Written by Admin on . Posted in News

Navicula namanya. Sebenarnya itu adalah sebutan untuk sejenis ganggang emas bersel satu, berbentuk seperti kapal kecil. Kini si kapal kecil, yang merupakan sebuah band asal Bali, punya kesempatan menjadi bintang rock dunia setelah berhasil memenangi RODE Rocks Competition. Hadiahnya, terbang ke Los Angles, California, Amerika Serikat, untuk merekam album mereka di Record Plant Studio, Hollywood. Di studio yang sudah berdiri sejak 1969 itu, sejumlah musisi besar, seperti Jimi Hendrix, Frank Zappa, John Lennon, Michael Jackson, Mick Jagger, Madonna, dan Pearl Jam, pernah merekam lagu mereka.

Kesempatan datang ini diawali oleh sebuah kebetulan. Menurut pentolan band tersebut, Gede Robi, ketika merekam klip lagu Metropolutan pada 2006, mereka tak sengaja menggunakan mik produksi RODE, perusahaan mikrofon asal Australia. Nah, ketika kompetisi dibuka pada April lalu, ternyata syaratnya adalah setiap band (independen) wajib mengunggah video live mereka membawakan komposisi asli milik pribadi serta membuat video yang menyertakan mikrofon RODE di dalamnya. “Jadi ini bukan rekaman yang dibuat-buat dan sangat natural,” ujarnya.

Band yang digawangi Robi (vokal, gitar), Dankie (gitar), Made (bas), dan Gembull (drum) ini bersaing dengan 500 band lain dari 43 negara yang mengirim karya mereka. Pada akhir Juni, dewan juri, yang terdiri atas Matt Sorum (Guns N’ Roses, Velvet Revolver), David Catching (Queens of the Stone Age), Howlin’ Pelle Almqvist (The Hives), James Lavelle (UNKLE), Gareth Liddiard (The Drones), Band of Horses, Har Mar Superstar, Deuce, serta Warpaint, memilih Navicula sebagai satu di antara 10 band terbaik. Ketika setiap juri diminta memberi komentar, Navicula mendapat pujian dari Matt Sorum, mantan drummer Guns N’ Roses, yang mengatakan, “I dig the realness of the video “Raw n’ cool.”

Selama dua minggu pengumpulan suara (voting), Navicula mengungguli sembilan band lainnya dengan meraih 5.834 suara. Mereka berada di atas Blue Monkey (Turki), yang mengantongi 4.927 suara, Lights Out! (Jerman) 1.687 suara, The Gatling Gun Revival (Hong Kong) 1.111 suara, Out Like Wolves ( Inggris) 740 suara, The Hidlden Venture (Australia) 435 suara, Plum Nellie (Inggris) 305 suara, Long Holiday (Australia) 305 suara, dan Diego Perez Lombardini (Meksiko) 223 suara.

Lucunya, menjelang penutupan voting, suara Navicula sempat tertinggal dari sebuah band Yunani, Lia Hide. Namun band itu kemudian terkena diskualifikasi karena terbukti menggunakan fraud e-mail. Panitia kompetisi, kata Robi, memang sangat ketat dalam membuat aturan, sehingga e-mail ganda dari orang yang sama pasti diketahui dengan melacak IP address-nya.

Lagu Metropolutan, yang dijagokan, berkisah tentang Kota Jakarta yang dirasakan oleh band ini sudah sangat menekan. Padat, kotor, dan penuh ketegangan, padahal mewakili wajah Indonesia. Inspirasi itu datang dari pengalaman mereka setiap kali harus berpentas di kota metropolitan itu. Launching pertama band tersebut bertepatan dengan ulang tahun Jakarta yang ke-485.

Bagi band yang mengusung musik bergenre grunge ini, kesempatan rekaman di Hollywood pada November nanti tidak dijadikan beban. “Ini bagian dari perjalanan untuk belajar kembali,” kata Robi merendah. Mereka ingin menjelajahi adanya kemungkinan ketika problem-problem teknis sudah tidak akan menjadi masalah, apakah kualitas mereka yang biasa bekerja seadanya benar-benar akan berbeda.

Navicula, yang didirikan pada 1996 di Denpasar, berawal dari sebuah band SMA dan berlanjut sebagai band kampus. Personelnya memang sama-sama menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi pariwisata. Setelah mengeluarkan album pertama pada 1999, mereka tetap belum berniat terjun total ke dunia musik, dan hanya menjadikannya alternatif untuk bersenang-senang. Mereka rata-rata bekerja di bidang pariwisata. Robi, misalnya, bekerja sebagai marketing di sebuah biro perjalanan.

Pada 2004, Robi berani mengambil keputusan untuk berkonsentrasi membesarkan Navicula. Saat itu mereka dilirik oleh Sony Music dan mendapat kontrak untuk merekam enam album. Namun Navicula akhirnya hanya menelurkan satu album bersama major label itu, yakni album keempat, Alkemis. “Setelah itu, kami merasa lebih mantap di jalur indie karena bisa lebih independen bermusik sesuai kata hati,” ujarnya.

Perhitungan lainnya, menurut Robi, wajah industri musik sudah berubah, di mana Internet memberi peluang untuk berkembang tanpa tergantung major label. Robi lalu menggunakan pengalamannya sebagai marketing development dalam memanfaatkan teknologi itu dalam berpromosi sampai menjual karya mereka. Pengalaman dengan Sony membuat mereka dapat melihat peluang-peluang untuk tetap berada di jalur idealisme, tapi mampu bertahan secara bisnis.

Band ini lalu mengembangkan konsep fan base, yang menempatkan penggemar sebagai pendukung utama. Para penggemar memberi dukungan dengan membeli karya dan merchandise, bahkan menyelenggarakan konser. Navicula juga mengembangkan kolaborasi dengan berbagai komunitas dan lembaga, khususnya dari kalangan LSM, termasuk dalam hal pendanaan. Ini bukan sebuah kebetulan. Sebab, sejak awal lagu-lagu Navicula memang banyak bercerita tentang kehidupan sosial dan lingkungan.

Saat ini, misalnya, bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Sawit Watch, dan sejumlah LSM lainnya, Navicula mempersiapkan konser keliling di Kalimantan bertema “Penyelamatan Orang Utan”. Hebatnya, pendanaan dilakukan melalui konsep crowd funding, yakni dengan “menjual” gagasan di website www.kickstarter.com dan www.patungan.net.

Cara ini menuai sukses . Dari target dana sebesar US$ 3.000 di Kicstarter.com, mereka berhasil meraih US$ 3.154. Sedangkan di Peluang.com, Navicula meraup dana sebesar Rp 5.130.000, dari target yang hanya Rp 5 juta. “Di Indonesia, kami adalah yang pertama membuat proposal semacam ini,” kata Robi mengenai band-nya yang pada 7-8 September 2012 juga telah dijadwalkan tampil di festival Rock Envol et Macadam, di Quebec, Kanada. ROFIQI HASAN

__________

*Published by Koran Tempo on August 28, 2012.

Tags: , , , ,

Trackback from your site.

  • gusde

    Navicula,”you ROCK”,maju terus banggakan Orang Bali,Astungkara kalian bisa,,,,,,,,

  • redana

    kebanggaan Bali,
    kebanggaan Indonesia.

  • budi

    khas indonesia grunge

  • gungwah

    kalian memang kren!