Navicula Merilis Album Fisik dan Digital “Love Bomb”

Written by Alfred Pasifico on . Posted in News

image

Selamat Tahun Baru 2014!

Mungkin kamu sedang menyiapkan pesta paling seru untuk menutup tahun 2013 yang akan berakhir dalam hitungan jam. Atau menyiapkan berkardus kembang api untuk menyalakan kemeriahan tahun baru 2014.

Kami juga sedang meledakkan sesuatu. Bom. Love Bomb!

Ya, akhirnya Navicula resmi merilis album ke-7 Love Bomb di bawah label Volcom Entertainment. Penjualan album fisiknya sudah dimulai dua pekan terakhir di penghujung tahun 2013. Album Love Bomb yang berisi 16 lagu juga sudah bisa dinikmati makhluk seantero dunia lewat iTunes store.

Album fisik Love Bomb berisi dua CD. CD pertama berisi 5 track yang direkam di Record Plant, Hollywood. CD kedua berisi 11 track yang direkam di Bali, salah satunya interpretasi ulang atas lagu grup rock lawas God Bless, Semut Hitam.

Navicula rekaman di Record Plant selama tiga hari pada akhir November 2012 disponsori oleh RØDE, produsen mikrofon asal Australia. Di bawah arahan Alain Johannes sebagai produser kreatif, Navicula yang mendapat jatah rekaman tiga lagu bisa merekam lima lagu secara live recording. Ke-5 lagu itu di-mixing oleh Alain, mastering juga dilakukan di Los Angeles.

Alain Johannes ikut mengisi instrumen gitar dan piano pada lagu Love Bomb. Alain adalah produser proyek solo Chris Cornell (Euphoria Morning), Jimmy Eat World, kolaborator di Queens of The Stone Age, Them Crooked Vultures dan proyek album dan dokumenter Sound City yang disutradarai Dave Grohl.

“Lima lagu dari Record Plant adalah pencapaian teknis rekaman dengan standar industri musik Amerika dengan arahan produser kreatif berpengalaman. Kami sajikan bersama lagu-lagu yang kami rekam di Bali dengan kami sendiri yang menjadi produser kreatif. Tapi energi album ini sebuah keutuhan, kami mencintai musik, dimana pun kami memproduksinya,” kata Gede Robi Supriyanto, vokalis Navicula.

Lirik Days of War, Nights of Love yang ditulis oleh Kartika Jahja, vokali Tika and The Dissidents, diinspirasi dari buku berjudul sama dari kolektif anarkis CrimethInc. “Pemikiran dalam buku itu tentang bagaimana mengaktualisasikan cinta dan merebut kontrol atas diri di tengah gempuran gaya hidup yang mengangungkan kebendaan,” kata Robi.

Kartika Jahja juga menulis lirik di lagu Tomcat. “Inspirasinya dari heboh serangan Tomcat di tahun 2012. Tomcat bukan organisme baru muncul, hidup di pesawahan atau ladang. Mereka menyerang manusia karena tempat hidupnya semakin menyempit. Ini peringatan bagi kita yang selalu berambisi membangun, mengubah segalanya,” kata Robi.

Tema lagu Tomcat sejalan dengan Harimau! Harimau!, lagu tentang harimau Sumatra yang kehilangan hutan rumahnya dan kini nyaris punah. Lagu Refuse to Forget didekasikan untuk upaya menolak lupa atas pembunuhan aktivis HAM Munir dan aktivis lain yang sampai saat ini belum terang kasusnya. Bubur Kayu tentang eksploitasi hutan Indonesia yang luasnya terus menipis akibat ekspansi perusahaan kertas dan perkebunan kelapa sawit.

Bagi Navicula menyampaikan pesan lingkungan tidak hanya lewat lirik. Kemasan album Love Bomb didesain ramah lingkungan, tidak menggunakan material plastik. Poster dan lembar lirik dicetak di atas kertas daur ulang dengan tinta kedelai (soya ink).

Untuk cover album versi deluxe (limited), Navicula memakai material daur ulang lembaran aluminium dari kemasan minuman Tetra Pak, dikombinasikan dengan kertas daur ulang dan karet ban dalam bekas. Pengerjaan cover album ini dilakukan oleh Komunitas Sapu di Salatiga yang biasa mengerjakan upcycle ban dalam bekas menjadi benda dengan fungsi lain seperti tas atau dompet.

Album versi deluxe dipasarkan seharga Rp75.000 dan dapat diorder lewat email. Setelah versi deluxe habis, Navicula akan memasarkan album versi standar, masih dengan kemasan dari daur ulang karton Tetra Pak.

Semoga Navicula bukan band pertama di dunia yang memakai bahan daur ulang Tetra Pak untuk materi album. Selain tujuan artistik, upaya ini untuk mempromosikan daur ulang sebagai gaya hidup populer. Orang mengonsumsi minuman dari kemasan Tetra Pak tanpa tahu akan berakhir kemana sampah yang mereka buang ketika minumannya habis.

Sampah di Indonesia seperti bom waktu. Seperti orang yang memindahkan bom waktu dari pangkuannya ke bawah kursi, kita hanya memindah sampah ke penampungan dan jadi menggunung. Tapi tetap saja, bom waktu itu akan meledak.

Selamat menikmati Love Bomb. Salam hangat dari kami untuk orang yang kalian cintai. Mari rakit bom cinta, dan ledakkan dunia.

Selamat Tahun Baru.

image

Pesan CD Love Bomb deluxe version lewat: http://www.naviculamusic.com/music-merchandise/

Trackback from your site.