Part II: Siapa Bilang Grunge Sudah Mati?
Tulisan ini saya buat sebagai lanjutan komen teman-teman di post “Siapa Bilang Grunge Sudah Mati?”, yang ternyata masih berlanjut
Terminologi ‘Grunge’ memang dibuat oleh media sebagai ikon trend awal 90-an, tapi ternyata definisi itu sudah menjadi suatu kultur baru karena memberi pengaruh yang signifikan dan monumental. Sama seperti pergerakan kaum hippies di era 60-an atau new wave di awal 80-an. Mau tidak mau Grunge sudah jadi gaya/warna tersendiri yang mempengaruhi bukan hanya industri musik dunia, tapi juga industri lain seperti film (Hype!, Singles) dan fashion (grunge fashion: flannel, Doc Mart boots, old jeans, cardigan, Chuck T Converse, inside out t-shirt, faded t-shirt, etc), industri instrumen alat2 musik (DOD Grunge, Digitec Grunge, Fender Jagstang, Mosrite Hi-flier,etc)…
So, menurutku walaupun euforia grunge dianggap masuk liang kubur seiring dikremasinya Kurt Cobain, nama Grunge sendiri sudah punya arti penting sendiri di kamus bahasa dunia, dan musik yang muncul dari era ini (era Grunge versi media) akan tetap ada di hati penggemarnya dan memberi pengaruh yang kuat bagi jutaan musisi seluruh dunia setelahnya…termasuk saya sendiri!
Grunge boleh hilang sesaat, tapi sama seperti kultur/sub-kultur besar lainnya, akan ada retro atau pengulangan trend… pada saat itu kita akan dikembalikan pada indahnya masa kelahiran buah perkawinan punkrock dan metal yang jujur dan lugu namun berjiwa pemberontak, yang lahir dari liang vagina scene kecil hebat di pelosok Seattle, yang membuat saya (bocah ingusan- murid SMP puluhan tahun silam) mulai belajar bermain gitar, menulis lirik, mimpi nge-band dan menghabiskan uang jajan untuk mengumpulkan semua legenda dan album-album hebat yang memiliki pertalian darah yang sama: GRUNGE!
Tags: 90s, alice in chains, bali, grunge, indie, indonesia, navicula, nirvana, pearl jam, rock, seattle sound, soundgarden
Trackback from your site.


Comments (10)
rusakparah
| #
Saya setuju dengan pendapat anda yang mengatakan akan ada pengulangan trend.
Reply
Kadek Adi
| #
…seperti halnya alur kehidupan yg ada,lahir..hidup..mati,begitu pula halnya ‘faham yg kita anut ini(GRUNGE)’ itu sendiri.Dan layaknya orang2 besar yg dikenang sepanjang masa,kematiannya yg akan menonggkankan suatu momentum bagi generasi yg akan pernah mengenalnya.Dan dalam satu ajaran ada disebutkan Reinkarnasi…bahwa semua yg mati akan terlahirkan kembali.
Secara umum dan mungkin di jalur mainstream mungkin publik sudah jarang mendengar distorsi2 kotor dan kumal ala pojokan kumuh Seatle,tapi jauh di ‘bawah sana nan sempit dan gelap’..alunan Suram Wajah Negeri,Parasit,Zat Hijau Daun..sampai Menghitung Mundur,selalu menemani kami menjalani hari yg dipenuhi penatnya ‘dendang melayu negara sebelah’….ROCK!
Reply
Hilman
| #
Seleksi naturalnya pak Robi yang dulu murid SMP mungkin ngga punya kuasa banyak untuk mencegah sempat meredupnya scene yang kita cintai ini. Dan sekarang, pak Robi udah bukan SMP lagi, bersama dengan jutaan temen-temen yang dulu juga masih ingusan, sekarang lebih punya power. Sudah mandiri, dan menjadi generasi papan atas di lapisan demografi. Dus, selera-selera jaman dulu itu akan kembali diangkat. Diresureksi seperti halnya fosil mengangkat kembali legenda dinosaurus setelah tenggelam selama jutaan tahun. Well, it’s about time.
Salam
Reply
EGY
| #
Gempuran2 warna musik yang terus masuk tidak mudah untuk menghancurkan sebuah genre usang ini(Grunge). Dimana para penganut2nya tetap setia dan menyakini apa yang mereka percaya sejak lama hingga saat ini, grunge sudah terlanjur melekat dihati oleh para2 penganutnya dan jika sudah masalah dengan hati..siapa yang berani mencegah atau memudarkannya ?
“tidak ada yang peduli hancur atau mati..mereka hanya terus mencoba menyakini”
mengawali sebuah hidup dan dalam pencarian siapa diri ini ada di GRUNGE..now and forever!
Reply
dana
| #
kita tunggu saja masa itu lagi,seperti single cupumanik “siklus waktu”,agar semua orang melek dan segera sadar GRUNGE not dead or gone,he just sleep to wait a time good for the glory’s!!!! keep rock……..rollin……….biar kata mainstream yang penting kita jujur dan apa ada’nya serta tidak muluk2 dalam menanggapi fenomena yang ada dan tidak menjual mimpi2 yang semua’nya everything is BULLSHIT………………. viva GRUNGE…………….. ilove you full………
Reply
funeral remain
| #
me too!!!!!
Reply
sisipush
| #
punk = Punk Not Dead
grunge = Grunge Is Dead
aku pikir grunge memang pantas mati, karena itulah saya suka grunge
Reply
gagarangga
| #
yup! lingkaran trend dari grunge akan terulang sebantar lagi melihat maraknya band punk di bandung.. saya pikir grunge udah akan menjamur lagi…
Reply
fanny
| #
GRUNGE Never Die..:-)
Reply
Tweets that mention Part II: Siapa Bilang Grunge Sudah Mati? | Navicula -- Topsy.com
| #
[...] This post was mentioned on Twitter by Wisnu Anung Wardana, naviculamusic. naviculamusic said: Archives – Part II: Siapa Bilang Grunge Sudah Mati?… http://fb.me/PtWj1zzq [...]
Reply