Refuse to Forget – Lagu Menolak Lupa

Written by Robi on . Posted in Navictivism, News

Pada tanggal 7 September 2004 silam, Munir Said Thalib, aktivis HAM, tewas diracun dalam penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam, Belanda. Meski Pollycarpus Budihari Priyanto diganjar 20 tahun penjara, hingga saat ini kasus ini seakan masih menggantung karena “Sang Dalang” – aktor intelektual sesungguhnya yang merencanakan pembunuhan Munir seakan disembunyikan.

Negara seakan punya hutang kepada masyarakat untuk mengungkap tuntas kasus ini. Terpuruknya kepercayaan publik terhadap hukum diperparah dengan tidak beresnya masalah ini.

Gerakan nasional untuk menolak lupa muncul. Kami mendukung aksi ini.
“One man dies, millions rise.”

Lyrics “Refuse to Forget”

I can see your bloody past
Reflected on poison glass
You tried to hide this in the sky
But we learned how to fly

History is all the same
Seeds of change, laced with pain
Even if i lose my voice,
I still have a choice

I refuse to forget

Hide the truth with buried bones
All that’s left are broken homes
Vultures eat his frozen flesh
His soul will never rest

Stealing, killing, spreading lies
One man dies, millions rise
You can’t tell us where to go
Or what not to know

I refuse to forget

 

Poster ini adalah karya Anti-Tank dan bisa di-unduh untuk keperluan kampanye Menolak Lupa.

Tags: , , , ,

Trackback from your site.

Comments (5)

  • yoppy mercury

    |

    betul rob,
    dia sudah dibunuh karena berjuang membela orang2 yg terbunuh

    dia sudah dibungkam dengan racun, tapi kesaksiannya tidak bisa dibunuh dengan apapun

    seperti kata iwan fals ” matinya seorang penyaksi bukan matinya kesaksian”

    Reply

  • kurtigoo

    |

    refuse to forget, menolak untuk lupa . setuju dengan kata – kata itu . sebab lup adalah hal yang dibenci pelajar, karna lupa bisa membuat semua pelajaran yang telah dipelajari menjadi tidak ingat dan apabila ada ujian atau ulangan pelajaran yang telah dilupakan itu adalah penyebab nilai jelak.

    i dong want to F O R G E T !!

    Reply

  • kadek adi

    |

    juga merupakan ajakan bagi kita semua untuk kembali mengingat banyak hal yg mungkin telah kita lupakan terhadap negeri ini.Menampar dan membangunkan kesadaran nasionalisme,agar kiat tidak dgn mudahnya dibutakan akan realita yg ada,masih dan terlalu banyak pembutaan akan fakta baik sejarah atau relita hukum yg terjadi.Bukankah dari tingkat PENDIDIKAN DASAR kita telah mempelajari banyak sejarah yg akhirnya seiring waktu kita mendewasa,kita sendiri meragukan arti nilai yg mungkin tertera ’9′ di kolom raport untuk pelajaran sejarah.
    Fakta mungkin saja bisa dibungkam,tapi komunitas kecil pencinta fakta itu sendiri yg tak akan pernah hilang ditelan sejarah.Mereka adalah arkeolog yg terus mencari situs sejarah,menggali peninggalan tulang-belulang sejarah,bercakap dgn para veteran pada jamannya…dan akan memnghadirkan CERITA DI BALIK LAYAR pada waktunya nanti,selama kita masih percaya akan kebenaran!!!

    Reply

  • Eka_Bali

    |

    Konspirasi besar para pejabat2 berdasi mengorbankan nyawa orang tak bersalah, yg ingin membuka kebenaran!!!

    Reply

  • dandy

    |

    besok, akan selalu lahir munir-munir baru..

    Reply

Leave a comment