<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Navicula &#187; media review</title>
	<atom:link href="http://www.naviculamusic.com/tag/media-review/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.naviculamusic.com</link>
	<description>The Green Grunge Gentlemen</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 May 2010 15:19:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Media Review: Live Earth by the Beat</title>
		<link>http://www.naviculamusic.com/media-review-live-earth-the-beat/</link>
		<comments>http://www.naviculamusic.com/media-review-live-earth-the-beat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 15:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[environment]]></category>
		<category><![CDATA[live earth]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[media review]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.naviculamusic.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[Diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh the Beat Magazine, No. 258 April 30-May 13
Diterjemahkan oleh Naviculamusic.com (tanpa ijin)
Konser Live Earth yang rencananya diadakan di GWK hampir batal, akibat berbagai masalah, namun akhirnya tetap jalan dengan perubahan venue, yaitu di Pecatu Indah Resort. Acara yang bertema lingkungan ini mengangkat topik konservasi air, dan dimulai dengan lari/jalan 6km, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="../wp-content/uploads/2010/05/IMG-1-The-Beat_review-web.jpg" rel="shadowbox[post-1033];player=img;"><img class="alignright" title="The Beat Cover" src="../wp-content/uploads/2010/05/IMG-1-The-Beat_review-web.jpg" alt="" width="161" height="215" /></a><strong><em>Diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh the Beat Magazine, No. 258 April 30-May 13<br />
Diterjemahkan oleh Naviculamusic.com (tanpa ijin)</em></strong></p>
<p>Konser Live Earth yang rencananya diadakan di GWK hampir batal, akibat berbagai masalah, namun akhirnya tetap jalan dengan perubahan venue, yaitu di Pecatu Indah Resort. Acara yang bertema lingkungan ini mengangkat topik konservasi air, dan dimulai dengan lari/jalan 6km, dan lanjut dengan konser bersama sejumlah artis besar Indonesia, termasuk artis lokal Bali: Tol Band Tol, Nymphea, 55 Frets, the Hydrant, Navicula dan Superman is Dead. Artis nasional seperti Nugie, Dicky Darmawan, God Bless, dan Slank juga hadir untuk membantu menyebarkan pesan dan mendidik masyarakat tentang isu lingkungan terkini yang dihadapi Bali dan seluruh dunia. Artis TV dan layar perak, seperti Marshanda dan Nadine Chandrawinata, juga hadir untuk menyampaikan pentingnya menghemat air. Untuk menutup acara, semua bintang tamu bergabung dan bernyanyi bersama lagu ‘Krisis Air’, lagu yang khusus dibuat untuk even ini yang meninggalkan pesan penting bagi seluruh penonton hari itu.</p>
<p>Live Earth didirikan oleh produser pemenang Emmy, Kevin Wall, bersama bekas mantan presiden Amerika Serikat, Al Gore. Live Earth merupakan deretan acara sosial di seluruh dunia yang dijalankan dengan pemahaman bahwa ‘dunia hiburan memiliki kekuatan untuk melewati batas sosial dan budaya dalam menggerakkan masyarakat dunia untuk beraksi.’ Kami berharap Live Earth Bali menerima lebih banyak dukungan dan sponsor di masa mendatang.</p>
<p><a href="http://www.naviculamusic.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG-2-The-Beat_review-web.jpg" rel="shadowbox[post-1033];player=img;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1031" title="IMG-2-The-Beat_review-web" src="http://www.naviculamusic.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG-2-The-Beat_review-web.jpg" alt="" width="465" height="646" /></a></p>
<p><a href="http://beatmag.com/bali258/index.php/component/content/article/152-front-page/949-live-earth" target="_blank"><strong><em><span style="text-decoration: underline;">Klik di sini untuk membaca versi asli berita ini pada situs the Beat Magazine. </span></em></strong></a></p>
<p><a href="http://liveearthbali.rnpresents.com/"><strong><em><span style="text-decoration: underline;">Klik di sini untuk mengunjungi situs official Live Earth Bali. </span></em></strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.naviculamusic.com/media-review-live-earth-the-beat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surya Reviews: Navicula Melawan Tren dengan Salto</title>
		<link>http://www.naviculamusic.com/surya-reviews-navicula-melawan-tren-dengan-salto/</link>
		<comments>http://www.naviculamusic.com/surya-reviews-navicula-melawan-tren-dengan-salto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 12:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[media review]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[salto]]></category>
		<category><![CDATA[surbaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.naviculamusic.com/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Published by: SURYA tanggal 21 Juni 2009
Tulisan oleh: Rey
NAMA grup band Navicula tentu tak asing bagi penggemar musik grunge Tanah Air. Lama berkutat di daerah asal, band dari Bali itu kini mulai bergerilya kembali menyuarakan musik yang mereka kemas dalam album terbaru Salto.
Tetap mempertahankan semangat dan ciri musiknya Navicula seolah semakin bersemangat meramaikan ranah musik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Published by: SURYA tanggal 21 Juni 2009<br />
Tulisan oleh: Rey</strong></p>
<p>NAMA grup band Navicula tentu tak asing bagi penggemar musik grunge Tanah Air. Lama berkutat di daerah asal, band dari Bali itu kini mulai bergerilya kembali menyuarakan musik yang mereka kemas dalam album terbaru Salto.</p>
<p>Tetap mempertahankan semangat dan ciri musiknya Navicula seolah semakin bersemangat meramaikan ranah musik Indonesia dengan gaya sendiri, tanpa mau mengekor tren yang ada. “Banyak yang bilang musik kami melawan tren yang ada sekarang. Tapi bukankah musik rock itu memiliki jiwa perlawanan?” ujar Robi, vokalis Navicula.</p>
<p>Ia menegaskan Navicula sebagai oposan yang ingin memberi warna alternatif pada industri musik mainstream lokal. Salto merupakan album keenam Navicula sejak berdiri di tahun 1996. Di album baru ini, Robi (vokal), Dankie (gitar), Made (bas), serta Gembull (drum) bereksperimen dengan lagu-lagu keras yang lebih ‘bernyanyi’ namun tetap memiliki benang merah khas Navicula.</p>
<p>Segi aransemen maupun tekstur suara yang cenderung raw dan kasar namun indah tetap ada di sana. Lirik yang diusung pun masih memiliki rasa yang sama, mengangkat pandangan kritis pada isu sosial, lingkungan hidup dan budaya, dan mengampanyekan semangat cinta, kebebasan, dan mendukung perdamaian global.</p>
<p>Nama album yang dipilih diartikan sebagai gambaran perjuangan Navicula yang telah jungkir balik mengarungi masa lebih dari satu dasa warsa dalam bermusik. Kata salto sendiri berarti gerakan jungkir balik atau berputar 30 derajat. “Pesan utama dalam album ini adalah selamatkan diri kita dari diri kita sendiri,” tambah Robi.</p>
<p>Untuk melahirkan album ini Navicula harus menyiapkan waktu khusus selama dua bulan. Album ini direkam di studio Antida, Bali dan di mixing dan mastering di studio milik Pay BIP, di Jakarta. Hasilnya, dalam bungkusan album baru para pelantun Seattle Sound itu mengenalkan 13 lagu dan satu bonus track.</p>
<p>Rencananya Navicula akan melauching album barunya di Surabaya Selasa (23/6). Aksi empat sekawan pada acara yang diberi title Grunge Gods National Tour “Navicula album launch! itu merupakan bagian dari rangkaian tur launching album baru mereka di pulau Jawa. <strong></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.naviculamusic.com/surya-reviews-navicula-melawan-tren-dengan-salto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media Review: Grunge Gods II by Jurnallica Webzine</title>
		<link>http://www.naviculamusic.com/media-review-grunge-gods-ii-by-jurnallica-webzine/</link>
		<comments>http://www.naviculamusic.com/media-review-grunge-gods-ii-by-jurnallica-webzine/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 13:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[grunge gods II]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[media review]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.naviculamusic.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[
		
		Di bawah ini kliping dari event review Grunge Gods II di Jurnallica.com. Baca berita lengkapnya disini.
Saatnya band terakhir yang ditunggu-tunggu yaitu  grunge legendaris  asal Bali, Navicula!  		Saya memang tidak mengikuti diskografi  mereka.  		Tapi berdasarkan research saya, refrensi musik mereka luas juga 		taste musiknya  yang  bagus. Unsur itu merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://www.naviculamusic.com/wp-content/uploads/2009/04/gg2-review-intro.jpg" width="240" />
		</p><p><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">Di bawah ini kliping dari event review Grunge Gods II di Jurnallica.com. Baca berita lengkapnya <a href="http://www.jurnallica.com/livegrungegods2.htm" target="_blank">disini</a>.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">Saatnya b</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">and terakhir yang ditunggu</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">-tunggu</span><span style="font-size: x-small;"><span style="font-family: Arial;"> yaitu </span></span> <span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">grunge </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">legendaris </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> asal Bali</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">,</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> <strong><span style="text-transform: uppercase;">Navicula</span></strong>!  		Saya memang tidak mengikuti diskografi </span> <span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">mereka</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">.  		Tapi berdasarkan <em>research</em> saya, refrensi musik mereka luas juga 		<em>taste</em> musik</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">nya</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> yang </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> bagus. Unsur itu merupakan salah satu modal</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> untuk membentuk sebuah  		band yang bagus! Ternyata benar ekspektasi saya, </span> <span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> Navicula</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> benar-benar band  		yang bagus!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">M</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">ereka  		m</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">embuka <em> set</em> dengan lagu barunya <em>“Menghitung Mundur”</em>, komposisi  		psychedelia yang menghanyutkan dan penonton langsung dikejutkan dengan  		riff-riff heavy ala <strong>Gruntruck</strong> di lagu-lagu berikutnya! <em>Moshing,  		headbanging &amp; stage-diving</em> tidak bisa dibendung lagi. Seisi venue  		terbakar oleh adrenalin. Nampaknya di materi-materi terbaru</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> Navicula</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> semakin</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> heavy-rock/alternative-metal, bergeser dari <em>style</em> grungy  		hard-rock di rilisan-rilisan awal mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><img src="http://www.jurnallica.com/GG2-Navicula_live3.jpg" border="0" alt="" width="400" height="275" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">Yang  		membuat saya salut dari Navicula adalah, mereka bisa menelusuri <em>root</em> dari musik grunge yang mereka mainkan (70’s psychedelic, 70’s  		hard-rock/blues/</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> heavy</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"> </span> <span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">metal).  		Jadinya musik mereka betul-betul terasa <em>root</em>-nya! Tidak seperti  		kloning-kloning Nirvana, Pearl Jam, Silverchair &amp; 		Creed yang sudah sering saya dengar di <em>scene</em> grunge lokal.  		Karena </span> <span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">&#8220;</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">mereka</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">&#8220;</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> </span> <span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">(band-band kloningan) </span> <span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">mendengarkan musik tanpa mempelajari sejarah dari musik  		itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">Ya,  		klimaks acara malam itu memang dipegang oleh Navicula. Mereka bisa  		menjadi <em>“god”</em> tanpa harus memainkan lagu-lagu dari artis-artis  		grunge luar. Saya juga berani bilang kalau Navicula adalah </span> <span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">&#8220;</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">penyelamat</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">&#8220;</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"> <em> scene</em> grunge di Indonesia!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">Text by: Dede, Photos by: Hdy &amp; Dede<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"><br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" align="center">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.naviculamusic.com/media-review-grunge-gods-ii-by-jurnallica-webzine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media Review: Navicula Interview di Jeune Magazine – Dream Issue</title>
		<link>http://www.naviculamusic.com/media-review-navicula-interview-di-jeune-magazine-%e2%80%93-dream-issue/</link>
		<comments>http://www.naviculamusic.com/media-review-navicula-interview-di-jeune-magazine-%e2%80%93-dream-issue/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 03:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[grunge]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[media review]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.naviculamusic.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[
		
		Ini interview dari majalah indie produk dalam negeri favoritku di tanah air, Jeune. Kemaren sempat ketemu Che (Chief editor-nya, sekaligus vokalis band rock asal Bandung, Cupumanik) di Jakarta , hangout sampai subuh, dan surprisenya Jeune edisi terbaru yang memuat Navicula…Waw, seneng banget!  Thanks Che, Icha, and all Jeune crews.
Silakan beli majalahnya, support media bermutu, and [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://www.naviculamusic.com/wp-content/uploads/2009/03/jeune-intro.jpg" width="240" />
		</p><p>Ini interview dari majalah indie produk dalam negeri favoritku di tanah air, Jeune. Kemaren sempat ketemu Che (Chief editor-nya, sekaligus vokalis band rock asal Bandung, Cupumanik) di Jakarta , hangout sampai subuh, dan surprisenya Jeune edisi terbaru yang memuat Navicula…Waw, seneng banget!  Thanks Che, Icha, and all Jeune crews.</p>
<p>Silakan beli majalahnya, support media bermutu, and get all cool reviews di edisi terbaru Jeune, “Dream” issues! Selamat menyimak&#8230;</p>
<p>(Taken from Jeune Magazine &#8211; Dream Issue)</p>
<div id="attachment_437" class="wp-caption aligncenter" style="width: 459px"><a rel="attachment wp-att-437" href="http://www.naviculamusic.com/media-review-navicula-interview-di-jeune-magazine-%e2%80%93-dream-issue/navicula-foto-20091/"><img class="size-full wp-image-437" title="navicula-foto-20091" src="http://www.naviculamusic.com/wp-content/uploads/2009/03/navicula-foto-20091.jpg" alt="Navicula 2009" width="449" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Navicula 2009</p></div>
<p style="text-align: center;">Di kancah musik nasional sebenarnya Navicula sudah menancapkan eksistensinya, langkah besarnya dibuktikan ketika Major label Sony BMG memproduksi album ke-4 mereka “Alkemis”. Apalagi di scene grunge, tidak berlebihan rasanya, jika Jeune menganggap band ini merupakan band grunge tanah air yang paling konsisten dan produktif. Kami bertanya, saripati apa yang mereka dapatkan dari memuja Nirvana, Alic in Chains, Soundgarden dan Pearl Jam? Mereka menjawab: “Generasi ini musiknya keren banget, salah satu masa dimana karya-karya musik rock terbaik sedunia pernah dibuat. Masa yang sangat inspiratif, dan karya-karya yang dihasilkan punya kualitas seni yang tinggi. Kita sangat dipengaruhi oleh spirit berkesenian mereka”.  Jeune mewawancarai Gembull, Made, Dankie dan Robi para aktivis musik di balik Navicula ini di sela-sela persiapan menyelesaikan proses rekaman album ke-6 mereka. Melalui percampuran banyak elemen, dari budaya spiritual kalasik Bali, pengaruh para seniman internasional yang menetap di Bali untuk menimba inspirasi, dan modern kultur di sejumlah internasional spot yang ada di Bali, band ini memperoleh rasa asli mereka, rasa ‘golden green grunge’, rasa Navicula.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> Ada filosofi apa di balik pemilihan nama makhluk Ganggang emas bersel satu?</em><strong><br />
Jawab: </strong>Awalnya pemilihan nama &#8216;Navicula&#8217; terjadi begitu saja tanpa memikirkan filosofi nama itu sendiri. Cuma kita tahu kalau nama itu adalah nama sejenis ganggang emas bersel satu (arti sebenarnya adalah kapal kecil, ganggang mikro tersebut diberi nama &#8216;navicula&#8217; karena bentuk fisiknya mirip bentuk kapal).  Kita dulu memilih nama ini karena terdengar keren. Belakangan saat dihujani pertanyaan seragam mengenai filosofi nama ini bagi band, kita karang-karang aja beberapa versi, versi lamanya: &#8220;Warna emas sebagai simbol sesuatu yang bernilai, dan bersel satu sebagai simbol kita menyatukan keberagaman selera menjadi satu warna musik.&#8221;   Hmmm… ok, yang itu udah basi. Ini salah satu versi terbarunya: &#8220;Diri kita ini bagaikan &#8216;kapal kecil&#8217; di tengah samudera kehidupan, kalau kita bocor dan membiarkan air masuk tak terkendali maka kita akan karam.&#8221; Ada ide lain yang lebih seru?</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> Mengapa membangun warna dasar dan pondasi musical Navicula dengan GRUNGE, padahal band ini berpadu beragam warna musik  etnik, psychedelic, blues, alternatif, folk, progresif dan rock murni di dalamnya?</em><br />
<strong>Jawab:</strong> Grunge menjadi pengaruh yang kuat saat kita mulai nge-band. Kalau kita telusuri lagi yang mempopulerkan istilah &#8216;grunge&#8217; kan media juga, untuk memudahkan klasifikasi genre ini di jamannya. Tapi band-band grunge sendiri sebenarnya memainkan musik yang lebih luas dari terminologi sempit &#8216;grunge&#8217;. Sama dengan kita, kita menyebut kita beraliran grunge agar bisa dengan cepat menjelaskan kita ada di genre mana, walaupun musik kita udah eksplorasi ke sana-sini.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Kami menangkap ada pesan perdamaian, cinta dan kebebasan dalam departemen lirik, tapi semua itu sebagian besar di bungkus dengan ekpresi marah, kalian punya pengakuan atau bantahan? Mengapa ekspresi itu yang dipilih?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Lirik memang mengandung cita-cita utopis itu.  Cuma kita sadar kita berada di realitas yang sangat susah untuk mencapai cita-cita tersebut. Dunia kita bising dan kacau.  Kita memutuskan untuk mengeraskan suara agar orang-orang mendengar apa yang ingin kita sampaikan. Saya pikir ini adalah salah satu penyebab munculnya musik rock, menyampaikan pesan lewat musik yang keras, tekstur yang dominan adalah distorsi dan teriakan. Ekspresi ini adalah gaya pelepasan energi yang kita pilih untuk menggapai cita-cita di atas (perdamaian, cinta dan kebebasan).  Seperti bermain seks yang total, bergumul liar untuk mencapai orgasme…setelah badai, selalu ada ketenangan.<br />
Tapi nggak semua kok lagu kita keras, ada juga yang soft. Mungkin saat bikin lagu soft ini mood kita lagi santai, atau kelelahan akibat bermain seks semalaman <img src='http://www.naviculamusic.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Apakah dulu saat bergabung dengan Major label Sony BMG, Navicula merasa bahwa itu kesuksesan, langkah besar dan salah satu target yang diburu?</em><br />
<strong>Jawab:</strong> Itu adalah pengalaman yang bagus buat kita. Ukuran sukses itu relatif..  Langkah besar, iya, karena kita banyak belajar dari masa ini.  Dulu, sign dengan major sempat menjadi target option kita, tapi sekarang perspektif kita udah beda dan industri pun sudah berubah.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Lalu apa hal yang di anggap sukses sejauh ini oleh Navicula?</em><br />
<strong>Jawab:</strong> Punya kesempatan untuk terus berkarya merupakan salah satu ukuran sukses bagi kita, ada beberapa hal yang ingin kita capai juga. Tapi biarkan aja dulu mengalir, kita punya keinginan yang kuat untuk maju, tapi kalau nggak berhasil yah, nggak apa-apa juga. Fuck It. Berhasil dan gagal itu hal yang wajar.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Apa sih yang menjadi keresahan paling hebat kalian dari dunia musik Indonesia ?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Wuihh… banyak kayaknya,… semua lagu terdengar sama, industri dimonopoli orang jago jual tapi sama sekali nggak paham musik, jurnalis majalah musik punya taste musik yang buruk, ijin acara konser dipersulit, undang-undang pornografi ikut campur ranah lirik, gitaris berbakat jual gitar satu-satunya untuk bayar kos, bagus/tidaknya sebuah lagu diukur dari jumlah penjualan RBT, artis membayar langsung produser,dll. Hmm…sepertinya hal di atas sudah terjadi ya?</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Sebagai seorang dengan jiwa aktivis di musik, apa hal yang harus di bongkar dari dunia musik Indonesia, sehingga terjadi perubahan ultra radikal yang sangat baik?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Seniman punya integritas untuk membuat karya bagus yang merupakan ekspresi hati mereka. Berani melawan industri kalau bertentangan dengan hatinya, bukan sebaliknya berlomba-lomba menjadi seperti yang industri inginkan.  Jangan mau jadi bebek-bebek industri. Harus ada otoritas di tangan seniman untuk membuat karya yang jujur.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Dari album-album Navicula seperti: SELF PROTRAIT, 1999.  KUTA (KEEP UNITY THROUG ART) 2002, NAVICORE NEO ROCK CLUB 2003, -ALKEMIS 2005, BEAUTIFUL REBEL 2007. Mana dari deretan album itu yang ingin kalian retake? Apa alasan-nya?</em><br />
<strong>Jawab:</strong> Mungkin Self-Portrait.  Album pertama itu banyak yang request untuk diproduksi lagi, tapi sayang masternya udah rusak. Pengen suatu saat kita retake lagi, tapi sebenarnya kita juga masih banyak materi lagu baru yang belum direkam.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Banyak band yang masih mencari identitas dan bentuk sempurna dari ciri musikalitas mereka, album kalian yang mana yang sekiranya sangat mewakili wajah Navicula yang sesungguhnya? Sebutkan alasan-nya?</em><br />
<strong>Jawab:</strong> Tiap-tiap album punya konsep dan eksplorasinya sendiri. Saya pikir tiap album punya wajah kita pada masa album tersebut dibuat. Jadi, ibarat koleksi foto, ada foto wajah kita waktu masih bayi, ada foto waktu kita ABG, ada foto kita mulai tumbuh dewasa, dll. Di album baru kita lagi memasuki usia puber ke-2.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Terjemahkan dan jelaskan konsep rasa musik Navicula sebagai ‘golden green grunge’?</em><br />
<strong>Jawab:</strong> Golden=ganggang emas, nama navicula diambil // Green= pesan dalam lirik mengenai aktivisme di bidang lingkungan hidup dan sosial // Grunge= jenis musik yang diusung</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Bisa di ceritakan lebih detail, siapa sebenarnya Anom dan Peter Heckmann, dan bagaimana kerjasama ini bisa terjadi dalam penggarapan album ke-6 Navicula?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Anom adalah pemilik Antida Studio (studio rekaman) di bali, seorang sahabat dekat, sound engineer profesional yang telah belasan tahun berprofesi di bidang ini di Swiss, Prancis dan Bali. Peter adalah sahabat kita juga yang juga berprofesi sebagai sound engineer &amp; musik direktor (khususnya pop &amp; dance music), yang sudah menekuni profesi ini dengan beragam artis di barbagai belahan dunia sejak dulu kala, kini menetap di Bali dan tertarik dengan musik yang kita bawakan. Mereka berdua patungan memproduseri rekaman album ke-6 kita di Antida Studio, atas dasar sederhana, yaitu ketertarikan dan respect terhadap karya-karya yang kita buat.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Kita menuju album ke-6 Navicula, ayo promosikan dan ungkapkan kenapa banyak orang harus menyimak dan mengkonsumsi album ini?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Album ini ada wajah kita sekarang, dengan kematangan bermusik dan konsep baru, tanpa merubah karakter asli Navicula.  Kita tumbuh lebih dewasa di album ini.  Di album ini kita juga melakukan beberapa hal baru, yang belum pernah kita buat di 5 album sebelumnya.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Dari banyak lagu yang pernah di ciptakan, lagu apa yang punya dampak atau respon yang besar dari para fans kalian? Kenapa lagu itu?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Warna musik kita beragam, di satu lagu kita kental dengan metal, dan lagu lainnya folk, lagu lainnya lagi funk, satu lagunya bernuansa world fushion, sehingga range pendengar kita jadi lebih luas sebenarnya. Tapi akibatnya, tiap-tiap lagu punya pendengarnya sendiri-sendiri. Mungkin respon yang menyentuh lebih sering kita dapat untuk lagu &#8220;Merdeka&#8221;, dari album Beautiful Rebel.  Lagu itu sangat sederhana, liriknya jujur dan milik semua orang.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Saripati atau intisari apa yang kalian ambil dari musik Nirvana, Pearl Jam, Alice in chains dan Soundgarden untuk Navicula?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Generasi ini musiknya keren banget, salah satu masa dimana karya-karya musik rock terbaik sedunia pernah dibuat. Masa yang sangat inspiratif, dan karya-karya yang dihasilkan punya kualitas seni yang tinggi. Scene musik Seattle di era ini juga menarik, saya sempat nonton ini di film dokumenter Hype!<br />
Kita juga sangat dipengaruhi oleh spirit berkesenian mereka. Mereka benar-benar membuat sesuatu yang jujur dan tulus, dengan atau tanpa dukungan industri. Mereka berjuang sangat keras, dari scene yang tidak dianggap dan diremehkan, berubah menjadi raksasa yang merubah industri musik dunia secara keseluruhan.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Konser impian Navicula akan seperti apa?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Dari sisi seni, kita ingin berkolaborasi membuat panggung bersama seniman-seniman instalasi besar dan visual art yang sesuai dengan gaya kita, tanpa memikirkan anggaran. Kami ingin pertunjukan hebat seperti video konsernya Rammstein. O ya… kita juga pengen bikin konser besar yang seluruh energi supply-nya dari panel solar (tenaga surya). Saya pernah coba bikin seperti ini di Bali pada acara Earthday tahun lalu, sayangnya energi yang bisa disediakan cuma 1500 watt.  Belum cukup untuk menjalankan soundsystem yang memadai, bersama teman-teman kita lagi cara mewujudkan energi alternatif ini di acara mendatang.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Opini kalian tentang perkembangan scene musik Bali ?</em></p>
<p><strong>Jawab: </strong>Bali lagi seneng-senengnya membangun scene. Band-band baru tumbuh subur di genre-nya masing-masing, tapi cukup membaur dan solid. Scene musik di Bali tergolong unik di Indonesia, di satu sisi kita sedikit ketinggalan dengan kota-kota kreatif seperti Bandung dan Jogja, terutama untuk mengikuti apa yang keren menurut mainstream nasional.  Saya mengakui, scene indie Jogja misalnya, sangat kreatif dan punya daya survive tinggi (semangat DIY) untuk bikin apa saja yang berhubungan dengan kegiatan berkesenian. Saya sangat salut dengan hal ini dan mendukungnya. Beberapa pelaku scene musik di Bali mungkin masih agak malas, belum seaktif dan kreatif itu, budayanya masih ikut-ikutan, dan akhirnya jadi kaum pengikut yang selalu ketinggalan.<br />
Namun di sisi lain, kita maju sekali akibat arus internasional yang keluar masuk Bali.  Bali adalah &#8216;melting pot&#8217; (membaurnya multi-kultural), hal ini membuat scene tertentu di Bali terpengaruh lebih dulu dengan hal baru, yang mungkin banyak di daerah lain di Indonesia belum menganggapnya sebagai sesuatu yang keren, atau baru hype, padahal di Bali, di komunitas tertentu, hal itu adalah sesuatu yang lumrah atau bahkan dianggap cheesy.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Apa saja band lokal Indonesia yang kalian dengarkan dan kalian lihat konsernya?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Ada beberapa yang bagus, saya dengar Slank, Iwan Fals (yang lama), BIP, Cupumanik, Kaimsasikun, Seringai, Naif, The Upstairs, White Shoes &amp; The Couples Co., Mocca, Efek Rumah Kaca, The SIGIT, Tika, Burger Kill, Koil, Netral, Endank Soekamti, SID, The Hydrant, Balawan, Saharadja, dll. Ada beberapa saya dengar albumnya tapi belum nonton konsernya, seperti Zeke and the Popo, Kande(band world musik dari Aceh), Besok Bubar (band grunge Jakarta). Saya juga suka disain album fisiknya Teenage Death Star.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Kenapa memilih musik sebagai jalan hidup, sebagai ekspresi budaya dan profesi?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Musik adalah bahasa universal.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Opini kalian tentang band yang menggratiskan karya/album?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Sah-sah saja, memang ada konsekuensinya.  Tapi ini juga salah satu cara biar tetap eksis di keterpurukan industri musik global. Kalau band semacam Navicula, kita bikin karya karena kita memang suka berkarya dan bahagia sekali jika karya kita bisa didengar lebih luas. Cara distribusi adalah pilihan, dan bisa apa saja.  Setiap orang berhak mendapatkan musik, tapi jangan cuma maunya ambil saja, harus beri apresiasi juga kepada seniman. Harus balance antara take and give.</p>
<p><em><strong>Jeune:</strong> </em><em>Apa sesuatu yang paling kalian inginkan dari Navicula?</em><br />
<strong>Jawab: </strong>Dunia sudah sedemikian kacau, kami membuat musik yang kami senang mainkan dan menjadi media untuk pesan-pesan yang inspiratif bagi pendengar. Navicula adalah media kreasi. Bisa eksis sekian lama sudah memberi rasa syukur bagi saya pribadi. Kami memperjuangkan suatu perubahan dan saya ingin Navicula jadi bagian dari perubahan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.naviculamusic.com/media-review-navicula-interview-di-jeune-magazine-%e2%80%93-dream-issue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media Review: Website Launch Party by RottenFresh.com</title>
		<link>http://www.naviculamusic.com/media-review-website-launch-party-by-rottenfreshcom/</link>
		<comments>http://www.naviculamusic.com/media-review-website-launch-party-by-rottenfreshcom/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 18:07:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[gig]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[media review]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[noize shop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.naviculamusic.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[
		
		At our website launch party last weekend, in the sweaty crowd there was also a journalist from one of the latest indie online publications RottenFresh.com!
Jon aka TICTAC, took some trippy shots of the bands on stage, the euphoric crowd and all of us having a crazy time together&#8230; and posted an awesome review of our [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://www.naviculamusic.com/wp-content/uploads/2008/12/website-launch-intro.jpg" width="240" />
		</p><p>At our website launch party last weekend, in the sweaty crowd there was also a journalist from one of the latest indie online publications <a title="RottenFresh.com" href="http://www.rottenfresh.com/?p=275" target="_blank">RottenFresh.com</a><a title="RottenFresh.com" href="http://www.rottenfresh.com/?p=275" target="_blank">!</a></p>
<p>Jon aka TICTAC, took some trippy shots of the bands on stage, the euphoric crowd and all of us having a crazy time together&#8230; and posted an awesome review of our Official Website Launch Party at Noize Shop, thanks bro <img src='http://www.naviculamusic.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a title="Click here" href="http://www.rottenfresh.com/?p=275" target="_blank">Click here</a> to check out the review and drop a comment to show some love.<br />
See you at the next gig RottenFresh, keep the spirit rockin and rotten!!</p>
<p><a rel="attachment wp-att-380" href="http://www.naviculamusic.com/media-review-website-launch-party-by-rottenfreshcom/website-launch-intro/"><img class="aligncenter size-full wp-image-380" title="website-launch-intro" src="http://www.naviculamusic.com/wp-content/uploads/2008/12/website-launch-intro.jpg" alt="" width="446" height="162" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.naviculamusic.com/media-review-website-launch-party-by-rottenfreshcom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media Review: Album Siaga Bencana by Rolling Stone Indonesia</title>
		<link>http://www.naviculamusic.com/media-review-album-siaga-bencana-by-rolling-stone-indonesia/</link>
		<comments>http://www.naviculamusic.com/media-review-album-siaga-bencana-by-rolling-stone-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 09:38:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robi</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[media review]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>
		<category><![CDATA[rolling stone]]></category>
		<category><![CDATA[rolling stone magazine]]></category>
		<category><![CDATA[siaga bencana]]></category>
		<category><![CDATA[wendi putranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.naviculamusic.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[
		
		Hi Navists,
Ada liputan Album Siaga Bencana Nasional di Rolling Stone Indonesia by Wendi Putranto… bukan di majalahnya..tapi di website-nya. Asiik… lagu kita, Supermarket Bencana, juga di-highlight dalam beritanya.
Yup. Bencana emang lagi jadi hot gossip sekarang. Bukan cuma di Indonesia, tapi seluruh dunia juga… mungkin ada kaitannya dengan ramalan dan penanggalan kalender Maya, ketimpangan ekosistem, perubahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://www.naviculamusic.com/wp-content/uploads/2008/12/rolling-stone-website-intro.jpg" width="240" />
		</p><p>Hi Navists,</p>
<p>Ada liputan Album Siaga Bencana Nasional di <a title="Rolling Stone Indonesia" href="http://www.rollingstone.co.id/?m=rs&amp;s=news&amp;a=view&amp;id=57" target="_blank">Rolling Stone Indonesia</a> by Wendi Putranto… bukan di majalahnya..tapi di <a title="website-nya" href="http://www.rollingstone.co.id" target="_blank"><em>website</em>-nya.</a> Asiik… lagu kita, Supermarket Bencana, juga di-<em>highlight</em> dalam beritanya.</p>
<p>Yup. Bencana emang lagi jadi<em> hot gossip</em> sekarang. Bukan cuma di Indonesia, tapi seluruh dunia juga… mungkin ada kaitannya dengan ramalan dan penanggalan kalender Maya, ketimpangan ekosistem, perubahan medan magnet bumi, orbit galaksi dan badai di matahari… Entahlah!! Yang jelas bencana makin unjuk taring!</p>
<p>Mengutip dari buku yang lagi aku baca sekarang:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong><em>“…mereka yang paling menerima realitas… adalah mereka yang akan mengalami kehilangan paling sedikit dalam kekacauan yang akan datang”.</em></strong><br />
(Kiamat 2012, by Lawrence E. Joseph)</p>
</blockquote>
<p><em>Happy reading and prepare yourself. Tomorrow is mystery but today is a gift!</em><br />
<strong>Mari kita Siaga!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.naviculamusic.com/media-review-album-siaga-bencana-by-rolling-stone-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media Review: Navicula Sedang Menggarap Album Keenam by MellonZine</title>
		<link>http://www.naviculamusic.com/media-review-navicula-sedang-menggarap-album-keenam-by-mellonzine/</link>
		<comments>http://www.naviculamusic.com/media-review-navicula-sedang-menggarap-album-keenam-by-mellonzine/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 18:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lakota</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[media review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.naviculamusic.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Review by Jay on Mellonzine.com
Kali ini datang berita dari saudara kita di pulau Bali. Navicula, band grunge gaek asal Bali, sekarang tengah menggarap album terbaru -ke enam- mereka. Setelah menyelesaikan tur mereka di Jawa Tengah bersama Netral pada Agustus kemarin yang terbilang sukses, Navicula melanjutkan proses rekaman album keenam yang sudah dimulai sejak Juli kemarin. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Review by Jay on Mellonzine.com</p>
<p>Kali ini datang berita dari saudara kita di pulau Bali. <span style="font-weight: bold;">Navicula</span>, band grunge gaek asal Bali, sekarang tengah menggarap album terbaru -ke enam- mereka. Setelah menyelesaikan tur mereka di Jawa Tengah bersama <span style="font-weight: bold;">Netral </span>pada Agustus kemarin yang terbilang sukses, <span style="font-weight: bold;">Navicula </span>melanjutkan proses rekaman album keenam yang sudah dimulai sejak Juli kemarin. <span style="font-weight: bold;">Navicula </span>mendapuk produser senior asal Jerman, <span style="font-weight: bold;">Peter Heckmann</span>, yang juga berperan sebagai Music Director. <a title="Baca lanjutan beritanya di Mellonzine.com" href="http://www.mellonzine.com/2008/10/news-navicula-sedang-menggarap-album.html?showComment=1224176940000" target="_blank">Baca lanjutan beritanya di Mellonzine.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.naviculamusic.com/media-review-navicula-sedang-menggarap-album-keenam-by-mellonzine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media Review: Album Beautiful Rebel by Hai Magazine</title>
		<link>http://www.naviculamusic.com/media-review-album-beautiful-rebel-by-hai-magazine/</link>
		<comments>http://www.naviculamusic.com/media-review-album-beautiful-rebel-by-hai-magazine/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 10:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robi</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[beautiful rebel]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[media review]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.naviculamusic.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Dear temans,

Silakan simak review dari Hai Mag tentang album Beautiful Rebel: Beautiful Rebel di Hai Online.

Heheh&#8230; good points for the music but bad points for the recording quality. Tapi nice review all in all.
Thanks so much for Ryo dan majalah Hai!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">Dear temans,</div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp">Silakan simak review dari Hai Mag tentang album Beautiful Rebel: <a title="Beautiful Rebel di Hai Online" href="http://www.hai-online.com/article.php?name=/navicula-beautiful-rebel&amp;channel=musik%2Freview_music" target="_blank">Beautiful Rebel di Hai Online.</a></div>
<div class="mceTemp"></div>
<div class="mceTemp">Heheh&#8230; good points for the music but bad points for the recording quality. Tapi nice review all in all.</div>
<div class="mceTemp">Thanks so much for Ryo dan majalah Hai!</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.naviculamusic.com/media-review-album-beautiful-rebel-by-hai-magazine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
