Video Klip-Dokumenter “Orangutan”

Written by Robi on . Posted in News, Video

Video klip-dok ini kami dedikasikan untuk anak cucu kita yang tidak tahu Orangutan itu seperti apa, agar mereka tidak berpikir Orangutan itu mitos; seperti Bigfoot, Yeti, atau Loch Ness monster.

Mereka juga akan memperbincangkan sejarah tentang jahatnya industri perkebunan kelapa sawit di hutan tropis Kalimantan dan Sumatera. Mereka akan menyebut tokoh-tokoh pelaku pengrusakan hutan dan perusahan yang membantai orangutan, seperti kita memperbincangkan Hitler yang membantai kaum Yahudi.

Membuka tahun baru 2012, Navicula meluncurkan video klip Orangutan, sebagai rangkaian dari acara Orangutan (Suara untuk Alam II), yang diadakan 17 Desember 2011 silam di Bali, kolaborasi antara Akarumput.com, Sawit Watch, dan WALHI Bali. Videoklip Orangutan menggunakan footage kolaborasi dari acara peluncuran single Orangutan di acara tersebut dengan Green the Film, sebuah film dokumenter yang dibuat oleh Patrick Rouxel.

Single dan video ini dibagikan gratis sebagai dukungan kami terhadap penyebaran isu pengrusakan hutan dan ancaman kepunahan satwa di dalamnya, serta kecaman kami terhadap pihak-pihak yang menutup hati nuraninya demi mengejar keuntungan material yang hanya dinikmati oleh sebagian kecil pihak, tidak seimbang dengan kerugian ultra mega besar yang dihasilkan.

Kami hanyalah musisi, aktivis, dan jurnalis yang ingin berkontribusi sesuai dengan kemampuan kami, maka kami membuat event, diskusi, lagu, video, dan berita ini. Alangkah senangnya jika setiap orang berkontribusi terhadap isu ini sesuai dengan yang mereka bisa, dan di bidangnya masing-masing, karena kegiatan-kegiatan pengrusakan bisa bebas melenggang karena ketidakpedulian kaum mayoritas.

Kami tidak ingin isu ini menguap begitu saja, maka kami ingin meng-amplifikasinya, sebagai empati dan dukungan penuh kami terhadap satwa, hutan, masyarakat lokal yang dirugikan, teman-teman aktivis di lapangan, dan ibunda Pertiwi yang esa.

Harapan kami adalah adanya aksi nyata dari pemerintah RI untuk mengatasi masalah ini, karena jika cuma segelintir rakyat yang beraksi, pengrusakan ini akan terus berlanjut, dan nanti saat kita semua sadar betapa pengrusakan ini melahirkan sebuah bencana besar, saat itu semuanya sudah terlambat.

Sedikit orang yang bermandi keuntungan, sisanya lagi yang 99% menjadi korban.

Dosa-dosa ini akan menjadi milik kalian: Si pelaku pengrusakan lingkungan, Aparat yang tahu mana yang benar dan mana yang salah tapi membela yang salah, Pemerintah yang punya kuasa dan kesempatan untuk bertindak tapi diam saja. Penerima uang dari segala bentuk pengrusakan alam. Itu bila anda percaya Tuhan dan hukum sebab-akibat.

Saat itu, “saat pohon terakhir dari hutan terakhir ditebang; saat sungai terakhir telah diracun; saat ikan terakhir telah ditangkap… kita semua sadar bahwa uang tak bisa dimakan.” (pepatah kuno suku Indian Amerika)

Saat itu, hutan dan orangutan telah menjadi legenda.

_______________

Foto oleh Vifick Bolang dan Green the Film.

Tags: , , ,

Trackback from your site.

Comments (8)

  • MANTET

    |

    Sedih ngeliat Video ini.
    Melihat orang utan sedang sekarat. Begitu kasihan nya orang utan pada dibantai. Begitu teganya sang pelaku pembantaian demi kepentingan pribadi.

    Reply

  • kadek adi

    |

    hanya berharap video ini tidak hanya akan menjadi koleksi dokumenter tentang realita,bukan seperti penayangan film G30S PKI di jaman lalu,yg hanya meninggalkan sejarah semu.Tapi lebih dari itu,semoga pergerakan kaum minoritas ini mampu menjadi momentum untuk semua,terutama pihak terkait,untuk mampu bertindak dan menjaga serta membela perjuangan ini.Sejarah adalah hal yg tidak bisa perbuat banyak tentang masa lalu,dan masa depan ada di tangan kita semua.
    ”..selamatkan diri kita dari diri kita sendiri…”

    Reply

  • OKA ULONK

    |

    Salam grunge…..
    wah baru klemaren rasanya ngobrol2 sama bli robi tentang single baru yg mengambil tema Oranghutan. oia…kemarin saya nemu T-shirt yg bertuliskan “people of the junggle” yg artinya orangutan itu orang,
    sesama “people” kan saling berhubungan dan mereka juga punya hak untuk hidup seperti kita people juga kan??
    ngomong2 dah ada nich T-shirt orangutannya navicula?? (maksud saya ngeluarin gak?)
    kata bli robi “music like an religion” punya pesan dan makna di setiap bait liriknya, semoga kreasi anak bangsa tidak mentok di lagu cinta atau patah hati saja, tapi tema lingkungan juga patut diperhitungkan…
    satu lagi bos, lagu yg lain kapan muncul nich?? hahahahaha….

    Reply

  • r47ri

    |

    Gilaaaa!!!! Sinting!!! Smoga dosa kalian smua yg bertanggung jwb diampuni Yang Maha Kuasa.. Tuhan, Masihkah ada setitik nurani tersisa dalam kegelapan hati2 biadap itu??? Ampun Gusti.. Manusia menciptakan neraka di surga titipanMu ini :( sedih bgt wkt main k medan dsana liat spanjang jln barisan hutan sawit yg tak 1pun milik Indonesia.. Rakyat cm jd jongos asing, orang utan dan habitatnya jd korban :( Thanks 2 Navicula atas pencerahannya dan smoga smua jg bs liat kebenarannya.. REVOLUSI! Salam..

    Reply

  • Ocan

    |

    Tidak akan ada orang utan yang nyata di masa yang akan datang bila manusia tetap seperti itu!!!!

    Reply

  • Eka_Bali

    |

    Ternyata orang utan lebih mulia dari mereka yang rakus akan Uang!!!!

    Reply

  • Komang

    |

    Sangat menyedihkan melhatnya!!!!

    Reply

  • komporgasbom

    |

    ini gilaaa orang idenya cemerlang sumpahhh pinter abisss nihhh mereka hidup Grunge dan Navicula yeahhhh

    Reply

Leave a comment